Thursday, October 21, 2004

Kehilangan teman...

Bagaimana rasanya kalau seorang teman dekat memutus komunikasi sama sekali? Tidak mau menerima telepon, tidak mau membalas pesan chatting, bahkan telepon dua hari sekali yg biasanya setia dia lakukan, tampaknya hampir seminggu ini tak akan terjadi.

Saya tentu saja bingung.

Saya tentu saja berusaha menghubunginya.

Saya tentu saja bertanya-tanya apa salah saya.

Lewat macam-macam cara: telpon, voice mail, msn chatting.

Tapi tetap saja dia bungkam.

Saya sebenarnya tidak mau kehilangan teman dekat sebaik dia. Apalagi di sini dia tampaknya salah satu orang yang bisa saya bilang tahu sekali tentang saya. Namun sampai kapan saya harus mengajuk-ajuk hatinya tanpa tahu sama sekali apa salah saya. Buat saya lebih mudah kalau dia marah-marah, memaki-maki saya, hingga saya punya kesempatan untuk minta maaf. Tapi kalau bungkam diam seribu bahasa begini, saya pun tak tahu mau minta maaf untuk apa. Saya jadinya juga males untuk mulai menjalin percakapan.

Kembalilah teman...